Ilmuwan Prediksi Kiamat Tahun 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya

SHARE  

(Kiri-Kanan) Anggota Buletin Ilmuwan Atom Siegfried S. Hecker, Daniel Holz, Sharon Squassoni, Mary Robinson dan Elbegorj Tsakhia mendemonstrasikan penyingkapan Jam Kiamat 2023 menjelang acara streaming langsung pada 24 Januari 2023 di Washington, DC. Tahun ini Jam Kiamat disetel sembilan puluh detik menjelang Tengah Malam. (Anna Moneymaker/Getty Images) Foto: (Kiri-Kanan) Anggota Buletin Ilmuwan Atom Siegfried S. Hecker, Daniel Holz, Sharon Squassoni, Mary Robinson dan Elbegorj Tsakhia mendemonstrasikan penyingkapan Jam Kiamat 2023 menjelang acara streaming langsung pada 24 Januari 2023 di Washington, DC. (Getty Images/Anna Moneymaker)

Jakarta, CNBC Indonesia – Para pakar dunia banyak yang memprediksi kiamat berdasarkan keilmuan, termasuk Ekonom dan ahli demografi Thomas Malthus yang memberikan peringatan soal kiamat di Bumi.

Menurutnya, peristiwa tersebut akan terjadi jika umat manusia terus melakukan reproduksi.

Sebab, hal tersebut mengikis suplai makanan karena tak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan populasi manusia. Namun, setiap tenggat waktu yang ia ramalkan terbukti keliru.

Baca: Bill Gates Bawa-Bawa Indonesia, Beberkan Tanda Kiamat Bumi

Sebab, perkembangan teknologi yang makin canggih mampu menggenjot produksi makanan dengan lebih cepat bagi manusia yang jumlahnya kian banyak.

Di era modern, prediksi soal kiamat Bumi kembali digaungkan oleh ahli fisika Heinz von Foerster dari University of Illinois. Ia memprediksi kiamat Bumi akan terjadi pada 2026 mendatang, dikutip dari Time, Sabtu (23/3/2024).

Teori Foerster dikembangkan pada tahun 1960 berdasarkan penghitungan pertumbuhan populasi manusia. Dengan pola tak terkendali, Foerster mengatakan kiamat akan terjadi pada 2026 atau 2 tahun dari sekarang.

Menurut dia, pada tahun 2026 populasi manusia akan mencapai batas maksimum yang dapat ditanggung planet Bumi.

Foerster menghitung dengan matematika yang rumit dengan menambahkan banyak faktor. Misalnya bencana skala besar seperti perang nuklir, pembentukan masyarakat dunia yang kooperatif, pengembangan metode teknis yang menghasilkan pasokan makanan tanpa terbatas, dan lainnya.

“Populasi yang cerdas akan memusnahkan diri mereka sendiri. Anak cucu kita tak akan kelaparan. Mereka akan diperas hingga meninggal,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa meski teknologi produksi makanan makin canggih, tak akan mampu melampaui kecepatan kelahiran manusia.

Jumlah manusia memang meroket sepanjang abad ke-20 dari 3 miliar pada tahun 1960 ketika Foerster membuat prediksinya, menjadi 8 miliar saat ini.

Foerster mengatakan jika umat manusia ingin menghindari kiamat, maka pemerintah harus melakukan intervensi untuk mengontrol laju populasi yang kian cepat.

Salah satunya, ia mengatakan bisa dengan mengeluarkan kebijakan pajak yang lebih tinggi bagi keluarga dengan anak lebih dari https://kerasnya.com/dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*